BREAKING NEWS
Zalakkads
Zalakkads Zalakkads

Artikel Kami

Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matematika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 September 2012

Isaac Newton


   Sir Isaac Newton lahir pada 4 Januari 1643 di Woolsthorpe by Colsterworth, Lincolnshire, Inggris. Ia adalah seorang fisikawan, matematikawan, ahli astonomi, filsuf alam, alkimiwan, dan teolog yang berasal dari Inggris. Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu fisika klasik. Karya bukunya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar mekanika klasik. Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di Bumi dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan heliosentrisme dan memajukan revolusi ilmiah.
   Dalam bidang mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan momentum dan momentum sudut. Dalam bidang optika, ia berhasil membangun teleskop refleksi yang pertama dan mengembangkan teori warna berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya putih menjadi warna-warna lainnya. Ia juga merumuskan hukum pendinginan dan mempelajari kecepatan suara.
   Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan kalkulus diferensial dan kalkulus integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori binomial, mengembangkan "Metode Newton" untuk melakukan pendekatan terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian deret pangkat.
   Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan masyarakat umum di Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.

Minggu, 22 April 2012

Perhitungan Wudhu' Dalam Matematika

[imagetag] http://anomali-dunia.blogspot.com/
Seorang dokter ahli bedah yang berprofesi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang.

Bertahun-tahun menggeluti ilmu bedah dan anatomi, akhirnya dokter tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia dan sama dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun hijriah.

Kebanyakan manusia tidak pernah memperhatikan jumlah tulangnya sendiri, bahkan seorang dokter sekalipun. Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa adalah 206 ruas (Henry Netter, 1906). Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun.

Dalam kaitannya dengan ritual wudhu, pembasuhan anggota wudhu kebanyakan sebanyak 3 kali, dan ada yang 1 kali (membasuh kepala dan telinga). Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian-bagian tubuh yang dibasuh pada saat wudhu;

A. Lengan dan tangan (30 buah)
1 buah tulang lengan atas
2 buah tulang lengan bawah
8 buah tulang pergelangan tangan
19 buah tulang telapak dan jari-jari
B. Tungkai dan kaki (31 buah)
2 tungkai bawah
8 buah tulang pergelangan kaki
21 buah tulang telapak dan jari-jari
C. Wajah (12 buah)
1 buah tulang dahi
1 buah tulang baji
1 buah rahang atas
1 buah rahang bawah
1 buah tulang air mata
1 buah tulang pelipis
2 buah tulang hidung
2 buah tulang pipi
D. Rongga mulut dan hidung (41 buah)
32 gigi geligi
1 buah tulang langit-langit
1 buah rahang
7 buah sekat dan karang hidung
E. Kepala dan telinga (12 buah)
2 buah tulang pelipis
2 buah tulang ubun-ubun
1 buah tulang
1 buah tulang baji
1 buah tulang dahi
1 buah tulang belakang kepala
6 buah tulang pendengaran
Bagian tubuh poin A – D dijumlahkan : 30+31+12+41= 114.
Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena saat wudhu, dilakukan pembasuhan sebanyak 3 kali, menjadi : 114 x 3= 342.
Poin E tidak dikalikan 3 karena saat wudhu, kepala dan telinga dibasuh hanya 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12 didapatkan angka 354.
Angka ini sama dengan jumlah seluruh jumlah hari dalam 1 tahun hijriah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia. Dengan demikian membasuh anggota tubuh saat wudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh tubuh. Apakah ini suatu kebetulan

Senin, 23 Januari 2012

Trik Berhitung Cepat yang Sangat Berguna

[imagetag]

1. Perkalian 9, 99, atau 999

Mengalikan dengan 9 sebenarnya adalah mengalikan dengan 10-1.

Jadi, 9?9 sama saja dengan 9 x (10-1) = 9?10-9 = 90-9 = 81.

Ayo coba contoh yang lebih sulit:

46?9 = 46? (10-1) = 460-46 = 414.

Satu contoh lagi:

68?9 = 680-68 = 612.

Untuk perkalian 99, artinya kita mengalikan dengan 100-1.

Jadi, 46?99 = 46 x (100-1) = 4600-46 = 4554.

Kalo udah gitu, kalian semua pasti tahu bahwa perkalian 999 sama dengan perkalian 1000-1

38?999 = 38 x (1000-1) = 38000-38 = 37962.


Masih bisa ngikuti? ayo kita lanjut


2. Perkalian 11

Perkalian 11 artinya kita menjumlahkan sepasang angka, kecuali bagi angka yang ada di bagian ujung


Lebih jelasnya gw jelasin di bawah ini :


untuk perkalian 436 dengan 11 mulailah dari kanan ke kiri (selalu dari kanan ke kiri ya)

Pertama tulis 6 lalu jumlahkan 6 dengan angka di sebelahnya yaitu 3 sehingga didapatkan angka 9

Tuliskan 9 disebelah kiri 6.

Lalu jumlahkan 3 dengan 4 untuk mendapat angka 7. Tuliskan angka 7.

Terakhir tuliskan angka yang paling kiri yaitu 4.

Jadi, 436?11 = 4796.

Ayo kita buat contoh yang lebih sulit: 3254?11.

(3)(3+2)(2+5)(5+4)(4) = 35794.

Ingat selalu mulai dari kanan ke kiri yak!

Sekarang contoh yang lebih sulit lagi: 4657?11.


(4)(4+6)(6+5)(5+7)(7).

Mulai dari kanan tuliskan angka 7.

Lalu 5+7=12.

Tuliskan 2 dan simpan angka 1.

6+5 = 11, tambah 1 yang tadi kita simpan = 12.

Sekali lagi tuliskan 2 dan simpan 1.

4+6 = 10, tambah 1 yang tadi kita simpan = 11.

So, tuliskan 1 dan simpan 1.

Terakhir angka paling kiri, 4, tambahkan dengan 1 yang tadi kita simpan.

Jadilah, 4657?11 = 51227 .

Hehehe, mantepkan? ini masih ga terlalu sulit...ayo jalan lagi


3. Perkalian 5, 25, or 125

Perkalian dengan 5 sama saja mengalikan dengan 10 lalu di bagi 2, CATATAN : Untuk perkalian dengan 10 cukup tambahkan 0 di dibagian belakang angka

Contoh : 1000 x 5 = 5000

Lagi, 12?5 = (12?10)/2 = 120/2 = 60.

Contoh yang lain:

64?5 = 640/2 = 320.

Juga, 4286?5 = 42860/2 = 21430.

Untuk perkalian 25, sama saja kita kalikan dengan 100 (tambahkan dua angka 0 di bagian belakang) kemudian di bagi dengan 4. CATATAN : Untuk pembagian dengan 4, kita bisa juga membagi dengan 2 sebanyak dua kali

64?25 = 6400/4 = 3200/2 = 1600.

58?25 = 5800/4 = 2900/2 = 1450.

Untuk perkalian 125, sama saja kita kalikan dengan 1000 (tambahkan tiga angka 0 di bagian belakang) kemudian di bagi dengan 8. CATATAN : Untuk pembagian dengan 8, kita bisa juga membagi dengan 2 sebanyak tiga kali

32?125 = 32000/8 = 16000/4 = 8000/2 = 4000.

48?125 = 48000/8 = 24000/4 = 12000/2 = 6000.


Mudah kan? hehehe melangkah lagi!:belajar:

4. Mengalikan dua bilangan yang mempunyai selisih 2, 4, atau 6


Untuk perkalian seperti ini gw langsung kasi contoh ya


Ambil contoh : 12?14. (14 - 12 = 2...jadi metode ini bisa dipakai)

Pertama kita cari angka tengah antara 12 dan 14...So,

12

13

14

(artinya 13 adalah angka tengah), berikutnya kita tinggal membuat perkalian 13 x 13 lalu di kurangi 1...

12?14 = (13?13)-1 = 168.

16?18 = (17?17)-1 = 288.

99?101 = (100?100)-1 = 10000-1 = 9999

Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 4, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya...buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 4,
Ok ini contohnya :

11?15 = (13?13)-4 = 169-4 = 165.

13?17 = (15?15)-4 = 225-4 = 221.

Jika selisih dua bilangan tersebut adalah 6, sama seperti tadi kita cari angka tengahnya...buat pemangkatan, lalu kurangi dengan 9,
Ok ini contohnya :

12?18 = (15?15)-9 = 216.

17?23 = (20?20)-9 = 391.

Hehehe...:D:Dtrik ini bisa di pakai bukan hanya untuk belasan tapi bisa sampai ribuan...

Masih ada trik lagi....ntar gw sambung...
Tengkyu all

Naaah sudah makan...sudah kenyang...sekarang kita sambung lagi pelajaran kita....hehehehehe

5. Pemangkatan bilangan puluhan yang berakhiran 5


Untuk yang ini bener2 gampang kok..


Contoh kita mau ngitung berapakah 35 x 35

Kita tinggal mengalikan 3 x 4 = 12 (angka 4 di dapat dari 3 tambah 1)
Kemudian 5 x 5 = 25
Jadi 35 x 35 = 1225


Mudahkan?
Contoh lagi : 65 x 65
Kalikan 6 x 7 = 42 (angka 7 di dapat dari 6 tambah 1)
Kemudian 5 x 5 = 25
Jadi 65 x 65 = 4225


Dari situ kita tahu bahwa pemangkatan bilangan puluhan berakhiran 5 pasti angka belakangnya 25


So 85 x 85 = 7225 (tahukan dari mana dapetinnya?)

6. Perkalian puluhan dimana digit pertama adalah sama dan jumlah digit kedua adalah 10

Contohnya kita ingin mengalikan 42 x 48...
Disini terlihat bahwa digit pertama puluhan di atas adalah sama yaitu 4
sedangkan jumlah dari digit kedua adalah 2 + 8 = 10

Cara cepatnya sederhana saja :
Kita kalikan 4 dengan 4+1 Jadi gini hasilnya 4 x (4+1) = 4 x 5 = 20
Tuliskan angka 20


Lanjut lagi kalikan 2 dengan 8 Jadi gini hasilnya 2 x 8 = 16
Tuliskan angka 16

Jadilah 42 x 48 = 2016


Gampang kan? contoh lagi
64 x 66

Kita buat
6 x (6+1) = 6 x 7 = 42
6 x 4 = 24
Hasilnya
64 x 66 = 4224

Masih bingung?
Contoh lagi :
83 x 87

Rumusnya
8 x (8+1) = 8 x 9 = 72
3 x 7 = 21
Hasilnya
83 x 87 = 7221

Ok bro and sis? hehehehe ajarkan ini ke putra putri anda
Nah untuk yang berikut ini agak sedikit rumit...tapi kalo disimak bisa kok bro

7. Pemangkatan Puluhan
Ini perlu sedikit konsentrasi

Ambil contoh kita ingin melakukan pemangkatan 58 alias 58 x 58

Langkah 1 :
Kalikan 5 dengan 5, 5 x 5 = 25
Kalikan 8 dengan 8, 8 x 8 = 64
Tuliskan ke dua hasil tadi dan jadilah 2564

Langkah 2 :
Kalikan 5 dengan 8 = 40
Gandakan hasil tersebut, 40 x 2 = 80
Tambahkan 1 angka 0, jadilah 800

Langkah 3 :
Jumlahkan 2564 dengan 800, 2564 + 800 = 3364
Itulah hasilnya

58 x 58 = 3364


Hehehe....masih bingung?
yuk contoh lagi yuk

32 x 32

Langkah 1 :
3 x 3 = 9 ----> tapi tuliskan 09 ya supaya 2 digit bisa tercipta
2 x 4 = 4 ----> tapi tuliskan 04 ya supaya 2 digit bisa tercipta
Kedua hasil di tulis menjai 0904

Langkah 2 :
3 x 2 = 6 GANDAKAN 6 x 2 = 12
Tambahkan satu 0 dibelakangnya dan jadilah 120

Langkah 3 :
120 + 0904 ----> artinya 120 + 904 = 1024
Itulah hasilnya

32 x 32 = 1024

Mantep kan?
Mau coba lagi?:beer:
Boleh!:nyimak:


67 x 67

6 x 6 = 36
7 x 7 = 49
3649

6 x 7 x 2 = 84 tambah satu 0 jadi 840

3649 + 840 = 4489

Sehingga 67 x 67 = 4489

Rabu, 18 Januari 2012

Sejarah Sistem Waktu Dunia Kita

 
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa dalam satu hari ada 24 jam, dan dalam satu menit ada 60 detik? Inilah jawabannya.

Sistem bilangan yang paling banyak digunakan manusia saat ini adalah sistem desimal, yaitu sebuah sistem bilangan berbasis 10. Namun untuk mengukur waktu kita menggunakan sistem duodesimal (basis 12) dan sexadesimal (basis 60). Hal ini disebabkan karena metode untuk membagi hari diturunkan dari sistem bilangan yang digunakan oleh peradaban kuno Mediterania.

Pada sekitar tahun 1500 SM, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12, dan mereka mengembangkan sebuah sistem jam matahari berbentuk seperti huruf T yang diletakkan di atas tanah dan membagi waktu antara matahari terbit dan tenggelam ke dalam 12 bagian. Para ahli sejarah berpendapat, orang-orang Mesir kuno menggunakan sistem bilangan berbasis 12 didasarkan akan jumlah siklus bulan dalam setahun atau bisa juga didasarkan akan banyaknya jumlah sendi jari manusia (3 di tiap jari, tidak termasuk jempol) yang memungkinkan mereka berhitung hingga 12 menggunakan jempol.
Jam matahari generasi berikutnya sudah sedikit banyak merepresentasikan apa yang sekarang kita sebut dengan "jam". Sedangkan pembagian malam menjadi 12 bagian, didasarkan atas pengamatan para ahli astronomi Mesir kuno akan adanya 12 bintang di langit pada saat malam hari. Dengan membagi satu hari dan satu malam menjadi masing-masing 12 jam, maka dengan tidak langsung konsep 24 jam diperkenalkan. Namun demikian panjang hari dan panjang malam tidaklah sama, tergantung musimnya (contoh: saat musim panas hari lebih panjang dibandingkan malam). Oleh karena itu pembagian jam dalam satu hari pun berubah-ubah sesuai dengan musimnya. Sistem waktu ini disebut dengan sistem waktu musiman. Pada sekitar tahun 147-127 SM, seorang ahli astronomi Yunani bernama Hipparchus menyarankan agar banyaknya jam dalam satu hari dibuat tetap saja yaitu sebanyak 24 jam, disebut dengan sistem waktu equinoctial. Namun sistem ini baru diterima secara luas oleh saat ditemukannya jam mekanik di Eropa pada abad ke-14.
Eratosthenes (276-194 SM), seorang ahli astronomi Yunani lainnya membagi sebuah lingkaran menjadi 60 bagian untuk membuat sistem geografis latitude. Teknik ini didasarkan atas sistem berbasis 60 yang digunakan oleh orang-orang Babilonia yang berdiam di Mesopotamia, yang jika ditilik lebih jauh diturunkan dari sistem yang digunakan oleh peradaban Sumeria sekitar 2000 SM. Tidak diketahui dengan pasti mengapa menggunakan sistem bilangan berbasis 60, namun satu dugaan mengatakan untuk kemudahan perhitungan karena angka 60 adalah merupakan angka terkecil yang dapat dibagi habis oleh 10, 12, 15, 20 dan 30.
Satu abad kemudian, Hipparchus memperkenalkan sistem longitude 360 derajat. Dan pada sekitar 130 M, Claudius Ptolemy membagi tiap derajat menjadi 60 bagian. Bagian pertama disebut dengan partes minutae primae yang artinya menit pertama, bagian yang kedua disebut partes minutae secundae atau menit kedua, dan seterusnya. Walaupun ada 60 bagian, yang digunakan hanyalah 2 bagian yang pertama saja dimana bagian yang pertama menjadi menit, dan bagian yang kedua menjadi detik. Sedangkan sisa 58 bagian yang lainnya membentuk satuan waktu yang lebih kecil daripada detik.
Sistem waktu ini membutuhkan waktu berabad-abad untuk tersebar luas penggunaannya. Bahkan jam penunjuk waktu pertama yang menampilkan menit dibuat pertama kali pada abad ke-16. Sistem waktu ini digunakan hingga sekarang oleh kita manusia modern.

Misteri Angka 11 Dalam Tragedi 911

Sekilas, angka 11 hanya sebuah angka yang tidak berarti banyak dan hanya seperti angka-angka lainnya. Akan tetapi ternyata angka 11 tersebut menyimpan misteri yang menyeramkan. Setelah anda membaca fakta-fakta dibawah ini barulah anda bisa merasakan merinding atas angka 11 tersebut.

1. Kota 'New York City' mempunyai 11 huruf.
2. Negara 'Afghanistan' mempunyai 11 huruf.
3. Nama teroris yang menyerang twin tower Amerika pada 1993, 'Ramsin Yuseb', mempunyai 11 huruf.
4. Nama Presiden 'George W Bush' mempunyai 11 huruf.
5. Gedung 'Twin tower' membentuk angka 11.

Kalau anda berpikir hal diatas hanyalah kebetulan, mari kita lihat lagi:
1. New York adalah negara bagian ke 11
2. Pesawat pertama yang menabrak gedung Twin Tower mempunyai nomor penerbangan 11.
3. Pesawat itu membawa 92 orang, 9+2 = 11.
4. Pesawat 1 lagi yang menabrak Twin Tower membawa 65 orang, 6+5= 11.
5. Insiden tersebut terjadi pada 11 September, 9/11, 9+1+1 = 11
6. Tanggalnya insiden tersebut adalah sama dengan pelayanan darurat Amerika yaitu 911, 9+1+1 = 11.

Masih kebetulan? baca ini lagi untuk membangkitkan pemikiran kamu :
1. Kejadian ini adalah kecelakaan pesawat ke 254, 2+5+4 = 11.
2. September 11 adalah hari ke 254 dlm tahun itu, 2+5+4 = 11.

Sudah mulai merinding bulu kuduknya? Kalau masih belum, cobalah ini:
Lakukan langkah-langkah ini di Microsoft Words
1. Ketik Q33 NY, yang mana merupakan nomor penerbangan pesawat pertama yang menabrak gedung Twin Towers.
2. Highlight Q33 NY yang baru anda ketik tersebut.
3. Ubah ukuran Font menjadi 48.
4. Ubah jenis Font menjadi WINGDINGS 1
Sekarang Lihat Hasilnya di Microsoft Words, menyeramkan!! Angka 11 itu memang menyeramkan!!

Banyak yang bilang ini hanya hoax belaka dan kebetulan.Menurut saya ini adalah misteri yang tidak perlu di ungkap karena tidak akan asik lagi kalau terungkap..^^

Rabu, 04 Januari 2012

Menghitung Umur Semesta

Ada yang mencoba, menghitung Umur Semesta…?

Namun, bukan melalui penelitian selama bertahun-tahun…
Akan tetapi, hanya cukup dengan beberapa ayat di dalam Al Qur’an…

Hasilnya !
Umur Semesta diperoleh angka 18,26 milyar tahun

Kok bisa secanggih itu ya?

Terus bagaimana angka 18,26 milyar, bisa diperoleh ?

(1). Berdasarkan informasi Al Qur’an, keberadaan alam dunia tidak lebih dari 1 hari. Ini termuat dalam QS. Thaha ayat 104.

“Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, ‘Kami tinggal (di dunia) tidak lebih dari sehari saja.’.”

(2). Sehari langit sama artinya dengan 1.000 tahun perhitungan manusia. Dijelaskan dalam QS. Al Hajj ayat 47.

“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar adzab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

(3). Sehari kadarnya 50.000 tahun yang termuat dalam QS. Ma’arij ayat 4.

“Para malaikat dan Jibril naik, (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.”

Bila 1 tahun manusia adalah 365,2422 hari, maka sehari langit diperoleh:

365,2422 x 50.000 x 1.000 x 1 diperoleh 18,26 milyar tahun.

Wah, ini perhitungan matematika yang sangat canggih!



Ternyata paparan itu dibuktikan oleh pendapat Moh. Asadi dalam bukunya The Grand Unifying Theory of Everything. Dia menyatakan kalau umur alam semesta itu 17—20 milyar tahun. Sementara, Profesor Jean Claude Batelere bilang kalau umur semesta itu kisarannya ada di 18 milyar tahun. Terus ditambah dengan teori NASA yang mengeluarkan data umur semesta itu ada di kisaran 12—18 milyar tahun.

Para ilmuwan dengan segala peralatan canggihnya dan ilmu ’tingginya’ berusaha menguak berapa umur semesta, ternyata sebenarnya di dalam Al Qur’an sudah tertera dengan begitu jelasnya tentang misteri itu.
Apakah anda percaya… dengan semua perhitungan di atas ?

Boleh yakin… boleh juga tidak… 
WaLlahu a’lamu bisshawab

Letak Geografis Kota Mekkah Dan Misteri Bilangan Fibonacci 1.618

Jika kita mengukur jarak Kota Makkah ke arah Kutub Utara, diperoleh angka 7631.68 km, sedangkan jika ke arah Kutub Selatan, diperoleh angka 12348.32 km. Apabila kedua angka tersebut kita diperbandingkan dengan rumus :

x/y;

Dimana :
x = arah kutub selatan;
y = arah kutub utara,

Maka dapat disimpulkan :
12348.32 km / 7631.68 km = 1.618


 
 
Selain diatas, jarak antara barat dan timur begitu juga. Lihat gambar dibawah :

 
Angka 1.618 di dalam matematika, dikenal sebagai Bilangan Fibonacci Golden Ratio (Rasio Emas), yang didefinisikan dengan rumus sebagai berikut:


Penjelasan:
Barisan ini berawal dari 0 dan 1, kemudian angka berikutnya didapat dengan cara menambahkan kedua bilangan yang berurutan sebelumnya.

Dengan aturan ini, maka barisan bilangan Fibonaccci diperoleh :
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, 10946…
Barisan bilangan Fibonacci dapat dinyatakan sebagai berikut:
Fn = (x1n – x2n)/ sqrt(5)

Dimana :

• Fn adalah bilangan Fibonacci ke-n
• x1 dan x2 adalah penyelesaian persamaan x2-x-1=0

Perbandingan antara Fn+1 dengan Fnhampir selalu sama untuk sembarang nilai n dan mulai nilai n tertentu, perbandingan ini nilainya tetap. Perbandingan itu disebut Golden Ratio (Rasio Emas) yang nilainya mendekati 1,618.

Fakta-Fakta Bilangan Fibonacci

1. Jumlah Daun pada Bunga (petals)
Mungkin sebagian besar tidak terlalu memperhatikan jumlah daun pada sebuah bunga. Dan bila diamati, ternyata jumlah daun pada bunga itu menganut deret fibonacci. contohnya:

Jumlah daun bunga 3 : bunga lili, iris
Jumlah daun bunga 5 : buttercup (sejenis bunga mangkok)
Jumlah daun bunga 13 : ragwort, corn marigold, cineraria,
Jumlah daun bunga 21 : aster, black-eyed susan, chicory
Jumlah daun bunga 34 : plantain, pyrethrum
Jumlah daun bunga 55,89 : michaelmas daisies, the asteraceae family
Ingin lihat buktinya? silahkan diamati beberapa gambar berikut :





 

2. Pola Bunga
Pola bunga juga menunjukkan adanya pola fibonacci ini, misalnya pada bunga matahari. Dari titik tengah menuju ke lingkaran yang lebih luar, polanya mengikuti deret fibonacci.


3. Tubuh Manusia
Hubungan kesesuaian "ideal" yang dikemukakan ada pada berbagai bagian tubuh manusia rata-rata dan yang mendekati nilai rasio emas dapat dijelaskan dalam sebuah bagan umum sebagaimana berikut:


Nilai perbandingan M/m pada diagram tersebut selalu setara dengan rasio emas. M/m = 1,618 atau b/a = 1,618.




































Contoh pertama dari rasio emas pada tubuh manusia rata-rata adalah jika antara pusar dan telapak kaki dianggap berjarak 1 unit, maka tinggi seorang manusia setara dengan 1,618 unit. Beberapa rasio emas lain pada tubuh manusia rata-rata adalah:

-Jarak antara ujung jari dan siku / jarak antara pergelangan tangan dan siku,
-Jarak antara garis bahu dan unjung atas kepala / panjang kepala,
-Jarak antara pusar dan ujung atas kepala / jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala,
-Jarak antara pusar dan lutut / jarak antara lutut dan telapak kaki.

4. Hubungan Makkah dan Bilangan Fibonacci, dalam Al Qur’an

 
Jika jumlah seluruh huruf dalam QS. Ali Imran (3) ayat 96, yang berjumlah 47, dibagi angka Fibonacci 1.618, maka didapatkan :

47/1.618 = 29

Dimana angka 29, merupakan jumlah huruf dari pangkal ayat sampai kepada kata Bakkah (Makkah).

"Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam". (QS. Ali Imran (3) ayat 96)

*) Tentang Bakkah adalah Makkah, silahkan kunjungi Kisah Mazmur, Raja Daud dan Makkah

Minggu, 11 Desember 2011

Fakta Misterius Tentang Tanggal 26 ?

Memang dunia ini adalah tempat yang teramat sangat misterius. Bagaimana tidak, ternyata banyak hal dan yang menjadi fakta terangkum di dalam segala kemisteriusannya. Salah satu contoh yang nyata adalah fakta sekaligus mitos yang tersembunyi pada tanggal 26.
Apakah fakta-fakta sekaligus mitos-mitos tersebut?
Tercatat ada 46 kejadian bencana alam di dunia. Berikut ini data dan fakta Bencana Alam yang terjadi pada tanggal 26 yang dihimpun dari berbagai sumber:
1). 26 Januari 1531 gempa bumi di Lisbon, Portugal, 30.000 orang tewas.
2). 26 Januari 1700 gempa di Laut Pasifik, dari Vancouver Island, Southwest Canada off British Columbia hingga Northern California, Pacific Northwest, USA. Dikenal sebagai megathrust earthquake.
3). 26 Juli 1805 gempa bumi di Naples, Calabria, Italy, 26.000 orang tewas.
4). 26 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus, 36.000 orang diperkirakan tewas.
5). 26 Desember 1861 gempa bumi di Egion, Yunani.
6). 26 Maret 1872 gempa bumi di Owens Valley, USA.
7). 26 Agustus 1896 gempa bumi di Skeid, Land, Islandia.
8). 26 Nopember 1902 gempa bumi di Bohemia, sekarang Czech Republic.
9). 26 Nopember 1930 gempa bumi di Izu.
10). 26 September 1932 gempa bumi di Ierissos, Yunani.
11). 26 Desember 1932 gempa bumi di Kansu, Cina, 70.000 orang tewas.
12). 26 Oktober 1935 gempa bumi di Colombia.
13). 26 Desember 1939 gempa bumi di Erzincan, Turki, 41.000 orang tewas.
14). 26 November 1943 gempa di Tosya Ladik, Turki.
15). 26 Desember 1949 gempa bumi di Imaichi, Jepang.
16). 26 Mei 1957 gempa di Bolu Abant, Turki.
17). 26 Maret 1963, gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang.
18). 26 Juli 1963 gempa bumi di Skopje, Yugoslavia, 1.000 orang tewas.
19). 26 Mei 1964 gempa bumi di S. Sandwich Island.
20). 26 Juli 1967 gempa bumi di Pulumur, Turki.
21). 26 September 1970 gempa bumi di Bahia Solano, Colombia.
22). 26 Juli 1971 gempa bumi di Solomon Island.
23). 26 April 1972 gempa bumi di Ezine, Turki.
24). 26 Mei 1975 gempa bumi di N. Atlantic.
25). 26 Maret 1977 gempa bumi di Palu, Turki.
26). 26 Desember 1979 gempa bumi di Carlisle, Inggris.
27). 26 April 1981 gempa bumi di Westmorland, USA.
28). 26 Mei 1983 gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepang.
29). 26 Januari 1985 gempa bumi di Mendoza, Argentina.
30). 26 Januari 1986 gempa bumi di Tres Pinos, USA.
31). 26 April 1992 gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA.
32). 26 Oktober 1997 gempa bumi di Italia.
33). 26 Januari 2001 gempa bumi di Gujarat, India, 1.000 orang tewas.
34). 26 Januari 2001 gempa bumi di Yunani.
35). 26 Maret 2002 gempa bumi di Mariana Island.
36). 26 Mei 2002 gempa bumi di New Zealand.
37). 26 Mei 2003 gempa bumi di Muir Beach, California, USA dan Seven Trees, California, USA.
38). 26 Mei 2003 gempa bumi di Halmahera, Indonesia.
39). 26 Mei 2003 gempa bumi di Honshu, Jepang.
40). 26 Agustus 2003 gempa bumi di Val Verde, California, USA dan NewJersey, USA.
41). 26 Desember 2003 gempa bumi dahsyat di Bam, Iran, 45.000 orang diperkirakan tewas, 70% kota modern di Bam hancur total.
42). 26 Nopember 2004 gempa bumi di Nabire, Papua, Indonesia.
43). 26 Desember 2004 gempa bumi dan badai Tsunami di Aceh dan Sumatera Utara, diperkirakan lebih dari 150.000 orang tewas, kerugian materiil diperkirakan puluhan triliun rupiah.
44). 26 Mei 2006 Gunung Merapi merapi meletus.
45). 26 Oktober 2010 Gempa bumi dan tsunami di Mentawai. diperkirakan 311 orang tewas dan 502 hilang.
46). 26 Oktober 2010 Gunung Merapi meletus lagi, korbannya mencapai 29 orang tewas.

47). 26 November 2011 jembatan Tenggarong Ambruk, Korban Diperkirakan Antara 20-30 orang tewas.

Jumat, 09 Desember 2011

Ini Dia Keajaiban Kelahiranmu

[imagetag]

Keajaiban kelahiranmu
* coba ambil calculator trus hitung ..

tanggal lahir kamu ,
di x 4
di + 13
di x 25
di - 200
di + bulan lahir km
di x 2
di - 40
di x 50
di + 2 digit/angka trkhir thn lahir kmu
di - 10500= .................

Kamis, 24 November 2011

Mengapa 1 Menit = 60 Detik ?

Bilangan 60 digunakan untuk menyatakan waktu, sejam 60 menit, semenit 60 detik. Bilangan 60 ini digunakan pertama kali oleh bangsa Sumeria, jadi mereka berhitung dengan basis 60 atau disebut juga Sexagesimal.


[imagetag]


Alasan kenapa digunakan bilangan 60 adalah bilangan ini bilangan terkecil yang bisa dibagi oleh enam angka pertama yaitu: 1,2,3,4,5,6. 


Jadi dengan mudah kita bisa terbayang: 1/2 jam = 30 mnt, 1/3 jam = 20 menit, 1/4 jam = 15 menit, dst. Bayangkan kalau satu jam = 100 menit, berarti 1/3 jam = 33,333 mnt??? Kalo kata orang, itu ngga bunyi …


Kalo kata matematisnya, 60 itu highly composite number, atau bilangan yang angka pembaginya/faktornya banyak, yaitu 1,2,3,4,5,6,10,12,15,20,30,60.


Detik


Detik atau sekon adalah satuan waktu dalam SI (Sistem Internasional, lihat unit SI) yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin. 


Dalam penggunaan yang paling umum, satu detik adalah 1/60 dari satu menit, dan 1/3600 dari satu jam.


Sejarahnya


Pada awalnya, istilah second dalam bahasa Inggris dikenal sebagai "second minute" (menit kedua), yang berarti bagian kecil dari satu jam. Bagian yang pertama dikenal sebagai "prime minute" (menit perdana) yang sama dengan menit seperti yang dikenal sekarang. 


Besarnya pembagian ini terpaku pada 1/60, yaitu, ada 60 menit di dalam satu jam dan ada 60 detik di dalam satu menit.


Ini mungkin disebabkan oleh pengaruh orang-orang Babylonia, yang menggunakan hitungan sistem berdasarkan sexagesimal (basis 60). 


Istilah jam sendiri sudah ditemukan oleh orang-orang Mesir dalam putaran bumi sebagai 1/24 dari mean hari matahari. Ini membuat detik sebagai 1/86.400 dari mean hari matahari.


Di tahun 1956, International Committee for Weights and Measures (CIPM), dibawah mandat yang diberikan oleh General Conference on Weights and Measures (CGPM) ke sepuluh di tahun 1954, menjabarkan detik dalam periode putaran bumi disekeliling matahari di saat epoch, karena pada saat itu telah disadari bahwa putaran bumi di sumbunya tidak cukup seragam untuk digunakan sebagai standar waktu.


Gerakan bumi itu digambarkan di Newcomb's Tables of the Sun (Daftar matahari Newcomb), yang mana memberikan rumusan untuk gerakan matahari pada epoch di tahun 1900 berdasarkan observasi astronomi dibuat selama abad ke-18 dan 19. 


Dengan demikian detik didefinisikan sebagai 1/31.556.925,9747 bagian dari tahun matahari di tanggal 0 Januari 1900 jam 12 waktu ephemeris. 


Definisi ini diratifikasi oleh General Conference on Weights and Measures ke sebelas di tahun 1960. Referensi ke tahun 1900 bukan berarti ini adalah epoch dari mean hari matahari yang berisikan 86.400 detik. Melainkan ini adalah epoch dari tahun tropis yang berisi 31.556.925,9747 detik dari Waktu Ephemeris. 


Waktu Ephemeris (Ephemeris Time - ET) telah didefinisikan sebagai ukuran waktu yang memberikan posisi obyek angkasa yang terlihat sesuai dengan teori gerakan dinamis Newton.


Dengan dibuatnya jam atom, maka ditentukanlah penggunaan jam atom sebagai dasar pendefinisian dari detik, bukan lagi dengan putaran bumi. 


Dari hasil kerja beberapa tahun, dua astronomer di United States Naval Observatory (USNO) dan dua astronomer di National Physical Laboratory (Teddington, England) menentukan hubungan dari hyperfine transition frequency atom caesium dan detik ephemeris.


Dengan menggunakan metode pengukuran common-view berdasarkan sinyal yang diterima dari stasiun radio WWV, mereka menentukan bahwa gerakan orbital bulan disekeliling bumi, yang dari mana gerakan jelas matahari bisa diterka, di dalam satuan waktu jam atom. 


Sebagai hasilnya, di tahun 1967, General Conference on Weights and Measures mendefinisikan detik dari waktu atom dalam International System of Units (SI) sebagai


Durasi sepanjang 9.192.631.770 periode dari radiasi sehubungan dengan transisi antara dua hyperfine level dari ground state dari atom caesium-133. 


Ground state didefinisikan di ketidak-adaan (nol) medan magnet. Detik yang didefinisikan tersebut adalah sama dengan detik ephemeris. Definisi detik yang selanjutnya adalah disempurnakan di pertemuan BIPM untuk menyertakan kalimat


Definisi ini mengacu pada atom caesium yang diam pada temperatur 0 K. Dalam prakteknya, ini berarti bahwa realisasi detik dengan ketepatan tinggi harus mengkompensasi efek dari radiasi sekelilingnya untuk mencoba mengextrapolasikan ke harga detik seperti yang disebutkan di atas.


Setiap orang wajib tahu waktu, oleh karena itu mari kita pelajari konversi atau perubahan waktu berikut ini :


1 Detik = Sama Dengan Seper 60 Menit (1/60 Detik)
1 Menit = Sama Dengan 60 Detik
1 Jam = Sama Dengan 60 Menit
1 Jam = Sama Dengan 3.600 Detik
1 Hari = Sama Dengan 24 Jam
1 Hari = Sama Dengan 1.440 Menit
1 Hari = Sama Dengan 86.400 Detik
1 Minggu = Sama Dengan 7 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 28 Sampai 31 Hari
1 Bulan = Sama Dengan 4 Minggu
1 Caturwulan Atau Cawu = Sama Dengan 4 Bulan
1 Semester = Sama Dengan 6 Bulan
1 Tahun = 365 Sama Dengan Hingga 366 Hari
1 Tahun = Sama Dengan 12 Bulan
1 Dasawarsa = Sama Dengan 10 Tahun
1 Abad = Sama Dengan 100 Tahun

Rabu, 23 November 2011

Sang penemu angka Nol

http://www.freefoto.com/images/2000/98/2000_98_1---Number-Zero_web.jpg
Dunia Eropa / Barat dari dulu s/d sekarang sepertinya mengklaim bahwa Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Eropa / Barat tapi tahukah anda, sejatinya asal Gudang Ilmu Pengetahuan berasal dari kawasan Timur Tengah yaitu Mesopotamia yang menjadi peradaban tertua di dunia.
Masyarakat dunia sangat mengenal Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar. Namun, dibalik kedigdayaan Leonardo Fibonacci sebagai ahli matematika aljabar ternyata hasil pemikirannya sangat dipengaruhi oleh ilmuwan Muslim bernama Muhammad bin Musa Al Khawarizmi. Dia adalah seorang tokoh yang dilahirkan di Khiva (Iraq) pada tahun 780. Selama ini banyak kaum terpelajar lebih mengenal para ahli matematika Eropa / Barat padahal sejatinya banyak ilmuwan Muslim yang menjadi rujukan para ahli matematika dari barat
Selain ahli dalam matematika al-Khawarizmi, yang kemudian menetap di Qutrubulli (sebalah barat Bagdad), juga seorang ahli geografi, sejarah dan juga seniman. Karya-karyanya dalam bidang matematika dimaktub dalam Kitabul Jama wat Tafriq dan Hisab al-Jabar wal Muqabla. Inilah yang menjadi rujukan para ilmuwan Eropa termasuk Leonardo Fibonacce serta Jacob Florence.
http://ristek.blog.com/files/2011/05/khawarizmi.jpg
Muhammad bin Musa Al Khawarizmi inilah yang menemukan angka 0 (nol) yang hingga kini dipergunakan. Apa jadinya coba jika angka 0 (nol) tidak ditemukan coba? Selain itu, dia juga berjasa dalam ilmu ukur sudut melalui fungsi sinus dan tanget, persamaan linear dan kuadrat serta kalkulasi integrasi (kalkulus integral). Tabel ukur sudutnya (Tabel Sinus dan Tangent) adalah yang menjadi rujukan tabel ukur sudut saat ini.
al-Khawarizmi juga seorang ahli ilmu bumi. Karyanya Kitab Surat Al Ard menggambarkan secara detail bagian-bagian bumi. CA Nallino, penterjemah karya al-Khawarizmi ke dalam bahasa Latin, menegaskan bahwa tak ada seorang Eropa pun yang dapat menghasilkan karya seperti al-Khawarizmi ini.

Selasa, 22 November 2011

Keajaiban Dari Angka 1-10 Dalam Bahasa Indonesia

[imagetag] angka
 
Ternyata angka atau bilangan dengan menggunakan bahasa Indonesia memiliki struktur atau pola yang unik dan mungkin tidak akan ditemukan di bangsa lain. Hanya di Indonesia.

Setiap bangsa, negara dan daerah pasti memiliki penyebutan sendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai dengan sepuluh. Misalnya angka tiga kita menyebutnya di Indonesia tapi di negara lain ada yang menyebutnya tri, three, san, tolu dan lain sebagainya.

Bahkan bila ada yang masih ingat angka-angka tersebut dalam bahasa daerah teman-teman masing-masing dari satu sampai sepuluh maka kadang ada angka yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda dengan Bahasa Indonesia. Mungkin tergantung dari enaknya di lidah atau di telinga.

Langsung saja. Di sini saya bukan mengajarkan Anda berhitung tapi coba perhatikan deretan angka-angka di bawah ini.

1 = Satu
2 = Dua

3 = Tiga

4 = Empat

5 = Lima

6 = Enam

7 = Tujuh

8 = Delapan

9 = Sembilan


Ternyata setiap bilangan mempunyai saudara ditandai dengan huruf awal yang sama. Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, maka hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan. Mempunyai huruf awal yaitu S dan bila djiumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh.

Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Terurut sampai dengan angka Lima. Lima dijumlah dengan dirinya sendiri juga hasilnya sepuluh.

Tidak sampai di situ, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan itu. Misalnya Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya adalah S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet. Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S. Yang pernah membaca Matematika Alam Semesta, perlu ditambahkan bahwa 19 adalah angka TUHAN.

Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran).

Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima. Lima berada diantara Empat dan Enam (pembenaran lagi).

Sedangkan angka Lima huruf awalnya adalah L. Dimana L digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung).

Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. Ditambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu. Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V diurutan ke-22.

Ternyata, tidak pakai matematika. Cukup ditulis saja di kertas kosong kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas. Kemudian putar kertasnya 180 derajat maka kamu bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama. Tulis huruf T besar di kertas pakai font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Tada…. Kamu pasti bisa lihat angka tiga dengan jelas. Tapi sedikit mancung. (pembenaran yang juga dipaksakan sekali).

Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Lalu bagaimana dengan di Malaysia yang juga memakai bahasa yang sama? Ternyata di Malaysia angka 8 tidak disebut sebagai Delapan tapi Lapan. Jadi pola ini hanya milik Indonesia. Jangan sampai diklaim juga sama mereka.

Jumat, 07 Oktober 2011

Inilah Keajaiban Aritmatika


Wah banyak yg males angka2..baca deh 1 atau 2 poin..
nanti ketagihan..rugi bener kalo ga tau..beneran..

1. Perkalian 5

Saya percaya perkalian 5 mudah kan? tapi gimana kalo angka yang dikalikan 5 itu angka ribuan? Gini caranya..

Angka tersebut dibagi 2.
Jika hasil bagi angka bulat maka tambahkan 0.
tpi jika hasil bagi merupakan angka desimal ( yang pastinya .5) maka hilangkan desimal tersebut.

Cth:
2987 x 5 maka 2987/2 = 1493.5
sesuai aturan maka desimal dihilangkan jadi hasilnya = 14935

8960 x 5 maka 8960/2 = 4480
sesuai aturan maka angka 0 ditambahkan di akir bilangan = 44800

2. Perkalian 2 digit angka dengan 11
Caranya dengan menyelipkan jumlah kedua digit angka di tengah2 2 digit angka tersebut.

Cth:
saya ambil contoh angka 79 aja deh.
brarti 79 x 11 = ?
caranya di tengah kedua angka itu 7____9
letakkan jumlah dari kedua angka itu 7_(7+9)_9
karena hasilnya 16 (2 digit angka) maka digit pertama di tambahkan ke angka plg depan jadi hasilnya 869.

Seandainya angka yang dipilih 45
maka 45 x 11 =
4_____5
4_(4+5)_5
hasilnya lgsg saja = 495

3. Pembagian 3, 6, 9

Supaya Singkat sengaja gabung..
Segala bilangan yang bisa di bagi salah satu bilangan di atas..maka acakan dari bilangan tersebutpun bisa dibagi dengan bilangan tersebut!

Cth:

Ambil bilangan 19194 secara acak
bilangan tersebut bisa dibagi 3 maka acakan dari bilangan tersebut
seperti 91941 / 11499 / 49191 smuanya habis dibagi 3!

Ambil bilangan 3168 secara acak
dimana bilangan tersebut habis dibagi 9
demikian pula 6138 /3861/ 8613!

4. pembagian 11 dan 12

Karna pembagian dengan angka ini agak special maka di sendirikan..

Cth:
Secara acak diambil angka 35816 ( habis dibagi 11)..
kusus untuk pembagian angka 11 maka, acakan angka diatas, habis dibagi 11 juga, bila angka urutan ganjil ditukar dengan ganjil, dan genap dengan genap..
ingat! bukan angkanya tapi urutan angkanya yang dilihat!
61358 ( habis dibagi 11) atau 81653 juga!

Secara acak diambil lg angka 71556 dimana angka tersebut habis dibagi 12..
maka smua acakan dari angka tersebut habis dibagi 12 asal menyisakan 2 digit trakir untuk tidak diubah.
Cth: 51756/ 17556/ 75156 smuanya habis dibagi 12!

5. Pembagian 4 dan 8

Ini merupakan pembagian luar biasa. Mari kita liat

Cth:
Bilangan yang bisa dibagi 4, 2 digit trakir bilangan tersebut dapat dibagi 4.
contoh angka : 5554448824294816 maka bilangan tersebut habis dibagi 4!

Bilangan yang bisa dibagi 8 memiliki 3 digit trakir yang bisa dibagi 8.
contoh angka : 9388887776565032
bilangan itu pasti habis dibagi 8!

6. Perkalian 9 dengan Sepuluh Jari Tangan

Buka kedua telapak tangan anda dan ikuti TS!

Cth:

contoh saya ingin mengalikan 9 dengan 4 maka
gw menutup jari ke 4 saya.. jawabannya adalah jumlah jari sebelum jari yang ditutup dan jumlah jari setelah jari yang ditutup.
untuk kasus saya jika menutup jari ke 4 maka sebelumnya ada 3 jari dan sesudahnya ada 6 jari.
Maka jawabanya 36!
dan jika dijumlah 3+6 = 9

Berlaku perkalian 9 dengan angka 1-10!

7. Keajaiban Angka Luar Biasa


Cth:
Silahkan pilih 3 digit angka secara acak!
saya pilih 387
lalu dobelkan penulisan angka tersebut jadi 387387
lalu bagikan dengan 7 lalu 11 lalu 13.
Berapapun angka yang anda pilih pasti kembali lg ke angka awal yaitu 387!

8. Keajaiban Angka Luar Biasa Sekali!


Cth:

Pilih deretan angka ambil contoh saja nomer telepon anda lalu acak angka tersebut!
Lalu kurangkan deretan angka yg lebih besar dengan yg lebih kecil.
Maka jumlah angka dari hasilnya pasti habis dibagi 9.
ingat jangan pernah memulai dengan angka 0.
Misalnya 5940070
diacak 9700450
maka 9700450 - 5940070 = 3760380
maka 3+7+6+0+3+8+0 = 27 ( yang pastinya habis dibagi 9 )
 
Copyright © 2013 Zalakka
Powered by Blogger